Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Kemungkinan Diubah Setelah Elon Musk Di Twitter

     ELON MUSK AKAN MERUBAH TWITTER


    Seconds.id, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk  kembali membaut heboh dunia setelah mengakuisisi Twitter dengan nilai mencapai $44 Miliar. Apa yang akan berubah dengan Twitter?

    Akuisisi ini menimbulkan berbagai spekulasi terkait perubahan di masa depan yang akan terjadi di tubuh Twitter itu sendiri.  “Saya ingin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk dengan fitur baru. Twitter memiliki potensi luar biasa dan saya berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan serta komunitas penggunanya,” Ujar Elon Musk.

    Berikut Ini 4 Kemungkinan diubah Setelah Elon Musk Di Twitter

    1. Algoritma Twitter

    Pengguna media sosial banyak yang mengeluh mengenai algoritma yang mengatur hidup mereka, agar menghabiskan waktu lebih lama di Twitter, Facebook dan lainnya.

    Para pengguna Twitter lebih menyukai kicauan berdasarkan kronologis waktu. Twitter sempat "memaksa" para pengguna untuk melihat kicauan berdasarkan urutan algortima mereka, meski akhirnya Twitter meberikan opsi untuk melihat kicauan secara kronologis.

    Elon Musk pernah menyarankan untuk membuat algortima terbuka atau open source. Musk mengajukan pendapatnya ini dalam jejak pendapat pada 24 Maret lalu. 83 % dari satu juta responden menyetujui untuk algoritma open source.

    2. Merilis Tombol Edit

    Elon Musk sangat menyukai mengadakan polling mengenai hal ini. Tombol Edit pada platform Twitter sebenarnya sudah diminta oleh para pengguna sejak lama namun belum pernah terwujudkan.

    "Apakah anda mengiginkan adanya tombol edit", ujar musk dalam polling tersebut. Hasilnya 73.6% dari 4.4 juta menjawab yse dan 26.4 % menjadab no. Pada 5 April Twitter mengumumkan pihaknya telah mengerjakan fitur edit sejak tahun lalu. "Tidak, kami tidak mendapatkan ide dari polling" ujar tim komunikasi Twitter.



    3. Moderasi Konten

    Pada akhir Maret lalu, Musk memposting jajak pendapat untuk mencari informasi apakah para pengikutnya percaya kalau Twitter melindungi kebebasan berpendapat.

    "Kebebasan berpendapat sangat penting untuk demokrasi yang berfungsi baik. Apa kamu percaya Twitter secara ketat mematuhi prinsip ini?" kicau Musk. Jajak pendapat itu berakhir dengan 70% dari 2 juta responen yang menjawab: "Tidak"

    Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan di Twitter adalah sesuatu yang diinginkan Elon Musk di Twitter, jauh sebelum musk mengungkapkan rencana akuisisi Twitter.

    Seberapa besar pengaruh Elon Musk dalam perubahan Moderasi Konten menjadi pertanyaan. Twitter mengatakan keputusan kebijakan bukan ditentukan oleh dewan atau pemegang saham dan tidak ada rencana untuk membalikkan kebijakan yang ada.

    4. Melawan Scam / Penipuan Kripto 

    Maraknya kasus penipuan Cryptocurrency menjadi masalah yang secara personal berdampak pada Musk. Penipuan yang mengaku sebagai Elon Musk dengan akun palsu di berbagai situ media sosial dan meminta sumbangan dalam bentuk Cryptocurrency. Akun Elon Musk salah satu diantara akun Twitter yang diretas untuk mendorong penipuan Cryptocurrency.

    Pada awal Januari, Elon Musk mengeluh bahwa "Twitter menghabiskan sumber daya engineering di omong kosong ini (profile picture yang menampilkan NFT) sementara penipu kripto menyebarkan bot spam di hampir semua thread yang ada,"

    Bot adalah masalah paling menyebalkan di Twitter. Kemudian Musk menyatakan jika akuisisi Twitter berhasil, Musk akan melawan penyebaran bot spam sampai mati, juga akan mengotentifikasi pengguna Twitter.


    Baca Juga: